Friday, 11 November 2011

Azam 11.11.11


            Saya mulakan coretan pada pagi yang cerah ini dengan untaian lafadz suci bismillahirrahmanirrahim. Selamat pagi kepada sahabat-sahabat pembaca sekalian. Semoga kita dapat melakukan sesuatu yang terbaik pada hari Jumaat yang mulia ini, bertepatan dengan 15 Dzulhijjah 1423 H / 11 November 2011 (11.11.11). Suatu urutan nomer yang amat cantik dan unik sehingga banyak yang coba untuk mengabadikan aktivitas pada hari ini menjadi bingkai-bingkai kenangan yang unik dan nyentrik. Oleh karena itu, saya juga turut merebut peluang keemasan ini untuk turut mencipta kenangan atau sejarah hidup yang tersendiri. Karena saya yakin sedalamnya kata pujangga Arab “apa yang ditulis akan tetap kekal sedangkan apa yang dihafal biasanya akan lari”. Atas dasar itulah, saya yakin coretan saya pada pagi ini akan menjadi benang-benang sulaman sejarah yang akan mengkoneksikan kejayaan di masa depan dengan kesusahan dan kesukaran di masa lalu. Agar kita tidka menjadi insan yang angkuh dan sombong, melainkan kita bisa mengenang dan mengenali asal-usul sejarah hidup kita.

            Kini, hampir genap tiga tahun saya telah ‘memakan bangku persekolahan’ di negeri Kelantan Darul Naim ini. Salah satu wilayah di Semenanjung Malaysia yang berbatasan dengan Thailand. Begitu cepat masa berlalu. Dahulu, kini dan esok hanya sekelip mata. Di sini, sekarang saya sudah tingkatan 5 di sekolah Maahad Muhammadi Pasir Mas yang berada di bawah naungan Yayasan Islam Kelantan (YIK)-setaraf dengan Departemen Agama. Memutar memori lalu, saya terpaksa memulakan alam persekolahan di sini dari tingkatan 3 untuk mengambil ujian PMR (Peperiksaan Menengah Rendah)-setaraf UNAS SMP. Yang dikatakan menjadi asas untuk mengokohkan lagi pemahaman dalam menghadapi ujian SPM (Sijil Pelajaran Malaysia)-setaraf UN SMA, di tingkatan 5. Ujian SPM akan bermula hanya beberapa hari lagi. Sebelum itu, saya menuntut ilmu di Madrasah Aliyah Al Anwar Paculgowang, Diwek Jombang Jawa Timur. Waktu itu saya belajar di kelas 2 MA aliran sains, sempat abelajar hanya satu semester saja. Kemudian pada awal semester kedua saya berhijrah ke negeri Serambi Mekah yang kedua di dunia-selain Aceh, Kelantan Darul Naim. Demi mengaut ilmu-ilmu dan pengalaman yang tak ternilai harganya.

            Ketika di MA Al Anwar dulu, saya sempat belajar  aliran sains selama satu semester saja. Kemudian semenjak pidah ke Kelantan, tepatnya di kampung Padang Embun, Pasir Mas saya turun kelas ke tingkatan 3 terlebih dahulu. Setahun kemudian memasuki tingkatan 4 aliran Perdagangan yang menawarkan ‘hanya’ 9 subjek yang diujikan dalam ujian akhir SPM. Selama dua tahun itulah saya belajar di SMU(A) Al Ulum Padang Embun.

            Kemudian seiring berputarnya zaman, saya terpaksa pindah ke Maahad Muhammadi Pasir Mas (MMPM). Karena di SMU(A) Al Ulum Padang Embun tidak menyediakan kelas untuk tingkatan 5. Sebuah keputusan ekstrem saya ambil ketika mendaftar masuk di MMPM. Saya memilih untuk berputar haluan dari aliran Perdagangan ke aliran Akuntansi yang menyediakan 11 subjek wajib dalam ujian akhir SPM. Ya, sebuah pertaruhan dan pengorbanan! Mungkin inilah jalan hidup saya. Suka untuk bertukar haluan, dari aliran Sains ke Perdagangan kemudian berganti pula ke aliran Akuntansi. Bagi saya, hidup tanpa rintangan, halangan serta tantangan akan hambar tawar begiru saja. Bagaikan sayur tanpa garam!. Tiada peningkatan dalam pembentukan pemikiran dan kepribadian jiwa kita.

            Dan pada kesempatan yang semakin dekat ini, saya berazam untuk menamatkan alam persekolahan ini di garisan finish yang terbaik! Setelah berjaya meraih 8A 1B (9 subjek wajib) dalam ujian PMR 2009 dan ujian SMU 2011 dengan pangkat Mumtaz, kini tinggal selangkah lagi untuk kutakluki tantangan SPM ini dengan target meraih 11A dalam semua subjek yang diujikan! Doakan semoga saya bisa merealisasikan impian yang telah lama terpendam ini. Bagi saya, Insyaallah jika termakbul doa, pencapaian ini akan menjadi salah satu sejarah yang paling indah dalam hidup ini. Seorang pelajar Indonesia yang berhasil mengukir kesuksesan dalam ujian tertinggi-bagi alam persekolahan di Malaysia- iaitu ujian akhir SPM 2011. Demi membalas jasa semua ahli keluargaku, sahabat-sahabatku dan semua orang yang telah banyak menabur benih-benih kebaikan dalam diri ini. Meski saya tahu jasa mereka takkan mampu terbalas, semoga Allah membalas mereka dengan sebaik-baik pahala! Amin. Ingat!!! Saya akan memulakan sejarah baru dalam hidupku ini pada saat ini juga, pukul 11.11 tanggal 11-11-11. Semoga najah Ilahi akan sentiasa mengiringi kita!!! Laa takhaf wa lal takhzan innallaha ma’ana!!!

No comments:

Post a Comment